Senin, 17 September 2012

GUNUNG MELETUS

-->
unung Kelud akan muntahkan batu jika meletus

Selasa, 1 Mei 2012 22:03 WIB | 4996 Views
Gunung Kelud (FOTO ANTARA/Arief Priyono)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Gunung Kelud yang terletak di perbatasan antara kabupaten Kediri dan Blitar setelah kehilangan danau di puncaknya saat meletus pada 2007 dipastikan akan memuntahkan bebatuan jika kembali meletus, bukan lagi berupa muntahan lahar.

"Sejak letusan pada 2007 muncul kubah lava setinggi 160 meter yang melenyapkan danaunya sekaligus menyumbat gunung tersebut, ini menyebabkan jika Kelud meletus bakal memuntahkan batu-batu, bukan sekedar pasir dan lahar sehingga perlu diwaspadai," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM Dr Surono di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan hal itu usai Pemaparan Hasil-hasil Penelitian Gempa dan Gunung Api di Indonesia hasil kerja sama riset antara para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Japan Science and Technology (JST) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, 1990 dan 2007 yang mencatatkan siklus 15 tahunan letusan gunung ini.

Meski pada 2007 letusan Gunung Kelud tak bersifat eksplosif karena hanya meletus di tengah danau dan tidak membahayakan, namun letusan Kelud sebelum-sebelumnya sangat mengerikan.

"Kelud mampu menumpahkan 150-250 juta m3 material dalam sehari saja, bandingkan dengan Gunung Merapi yang memuntahkan 150 juta m3 material tapi dalam jangka waktu sebulan. Kelud tercatat dalam sejarah juga pernah menghabiskan kerajaan Kediri," katanya.

Sementara itu dalam menyikapi meletusnya Gunung Lokon di dekat Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Surono mengimbau pemerintah daerah setempat segera membangun jalur jalan dari Menado ke Kota Tomohon.

"Ini penting agar ada jalur evakuasi lainnya, selain yang ada selama ini yang cuma satu jalur ke luar. Juga agar ketika terjadi letusan Tomohon yang merupakan kota wisata tidak terisolir dari bantuan," katanya.

Selain itu, ujarnya, harus pula dibangun tempat pengungsian permanen di kawasan Gunung Lokon mengingat pada Juli 2010 sekitar 6.000 jiwa mengungsi.

Gunung Lokon pada Selasa pukul 11.21 Wita, meletus disertai bunyi gemuruh cukup kuat dan menggetarkan perumahan penduduk. Peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut mulai terlihat sejak Senin pukul 15.00 Wita. Hingga Selasa pukul 09.00 Wita tercatat sekitar 180 kali gempa vulkanik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar